Setelah membunuh semua binatang iblis, Lynx melangkah menuju Ling Mei. Matanya menyapu sosok Ling Mei yang masih teduduk di tanah, wajahnya yang pucat. Dengan langkah hati-hati, dia mendekat dan berjongkok di sampingnya. "Aku minta maaf jika aku menakutimu," ucapnya lembut sambil tesenyum. Lynx sangat berhati-hati berbicara karena takut wanita didepannya ini marah lagi."Seharusnya aku tidak menunjukkan kemampuanku seperti itu, yang membuatmu takut. Tapi karena aku sangat khawatir dengan keselamatanmu, aku terpaksa melakukannya dan membunuh mereka semua."

Ling Mei yang masih terkejut dan gemetar menatap Lynx dengan mata terbuka lebar. Perasaan takut yang masih menguasainya perlahan mulai bergeser menjadi kebingungan. Ia mencoba berdiri, namun dia merasa tubuhnya terhuyung, tapi sebelum ia sempat berkata apa-apa, Lynx sudah meraih lengannya dengan hati-hati dan membantu mengangkatnya.

Ling Mei tetap terdiam, tubuhnya masih gemetar, seolah kata-kata Lynx tak bisa meresap sepenuhnya dalam pikirannya.

Melihat Ling Mei masih terdiam, Lynx melanjutkan dengan suara bergetar berusaha mengendalikan perasaannya. "Ling Mei, mengenai kejadian di gua, aku sangat menyesal, Aku minta maaf, karena pengaruh racun tanaman itu, aku jadi tidak bisa mengendalikan diri. Tetapi sesungguhnya, bukan hanya racun perangsang itu yang menyebabkan semua terjadi, tetapi saat racun itu menghilang, aku tetap tidak bisa menghentikan niatku saat itu karena aku menyukaimu," lanjutnya, menatapnya dengan keseriusan dan penuh tekad, "aku janji, aku akan selalu menjaga dirimu selamanya."

Ling Mei masih terdiam, matanya kosong, terfokus pada sesuatu yang tak bisa dia pahami. Dia hanya bisa mengangguk sedikit, namun dalam hatinya, pikirannya bergejolak. Ia baru saja menyaksikan Lynx membunuh binatang iblis dengan cara yang begitu mudah, seperti membunuh semut. Itu adalah pemandangan yang mengerikan dan sulit diterima oleh akal sehatnya.

"Apakah itu benar-benar... kekuatanmu?" pikirannya terhenti pada satu pertanyaan yang masih berputar-putar. Dia tidak terlalu memperhatikan kata-kata yang sebelumnya di ucapkan oleh Lynx.

Lynx menganggukkan kepalanya. "Jangan khawatir, aku tidak akan menggunakan kekuatanku secara sembarangan untuk menyakiti orang baik." kata Lynx sambil tersenyum. Dia bisa melihat tatapan kemarahan di mata Ling Mei kepadanya mulai berangsur menghilang.

Lynx mengangkat satu tangannya dan menunjuk kesebuah arah."Kita harus segera menyusul Yin Yue sebelum terlambat." Ling Mei hanya diam dan mengikuti  langkah Lynx. Dia berjalan menuju pintu formasi ketiga.

Di dalam hati, Ling Mei merasa seolah dirinya berada di dunia yang sama sekali baru. Semua yang ia saksikan, semua yang terjadi begitu cepat dan luar biasa, membuatnya sulit mempercayai apa yang baru saja ia alami. Begitu banyak kekuatan yang tak bisa ia pahami, bahkan oleh kultivator terkuat sekalipun.

Sementara itu, Yin Yue sudah tiba di depan formasi peghalang yang menghalangi fragmen senjata iblis. Dengan artefak teleportasi, membuatnya bisa mencapai tempat tujuan dengan mudah walaupun terjadi kesalahan beberapa kali karena perubahan medan energi sehingga membuatnya salah lokasi kemunculannya.

Matanya menatap kosong pada formasi besar yang tampak kokoh dan tidak dapat dilalui begitu saja. Di hadapannya, berdiri dua makhluk yang sangat besar, tubuh mereka diselimuti lapisan kulit keras yang berkilau. Wajahnya tampak tak bernyawa, namun matanya yang berwarna merah menyala itu mengandung kesadaran yang sangat tajam.

Makhluk itu bukan binatang iblis biasa, melainkan monster penjaga formasi yang sangat kuat. Mereka sengaja diletakkan di tempat itu untuk memastikan tidak ada yang berani membuka formasi, untuk melindungi fragmen senjata iblis.  Yin Yue tidak bisa merasakan secara pasti tingkat kekuatannya, namun dia tahu bahwa kedua makhluk ini berada pada tingkat yang setara dengan immortal, kultivator dengan tingkat terkuat. Makhluk ini bukanlah lawan yang bisa dianggap remeh, bahkan oleh seorang kultivator berpengalaman sekalipun.

Hanya seseorang yang memiliki artefak pelindung khusus yang dapat mendekati tanpa diserang olehnya, dan artefak tersebut kini dikenakan oleh Ling Mei sebagai kalung yang diberikan oleh walikota.

Namun, jika Ling Mei memiliki artefak yang membuatnya dikenali agar tidak diserang, berbeda dengan Yin Yue, dia memiliki sesuatu yang dapat membuat kedua mahkluk itu menurutinya.

Yin Yue menghentikan langkahnya, dia tahu ketika dia berada terlalu dekat, mahluk itu akan langsung menyerangnya tanpa peringatan.

Dengan cepat, Yin Yue merogoh kantongnya dan mengeluarkan sebuah jimat kuno yang bersinar samar. Dia membacakan mantra yang hanya bisa diucapkan dengan sangat hati-hati. Jimat itu memancarkan cahaya biru yang menembus kegelapan, dan makhluk penjaga formasi itu bereaksi dan tampak menuruti perintahnya. Meskipun tubuhnya berguncang, makhluk itu tidak menyerang, melainkan bergerak mundur sedikit, memberi jalan bagi Yin Yue untuk melanjutkan tugasnya.

Yin Yue menarik napas lega. "Bagus... mereka menurut," katanya dalam hati.

Yin Yue segera memberi perintah kepada kedua makhluk penjaga itu "Segera bunuh jika ada orang lain yang mendekat!"

Dia sangat mengkhawatirkan kekuatan Lynx. Tubuhnya masih gemetar jika mengingat kengerian diluar batas kewajaran yang dilihatnya. Dimana Lynx seperti memotong rumput, menghabisi binatang iblis dengan mudahnya. Bahkan sekarang, bayangan itu masih menghantuinya.

Dengan hati-hati, Yin Yue mengaktifkan jimat pengendali lainnya dan mulai membuka segel formasi. Pergerakan dalam formasi itu sangat rumit dan memerlukan ketelitian yang sangat tinggi. Namun, Yin Yue sudah mempersiapkan diri dengan matang.

Sementara itu, setelah tiba di lapisan ketiga, Lynx sedang mengedarkan persepsinya dengan cepat. Dalam sekejap, dia bisa merasakan aura Yin Yue yang sedang berusaha membuka segel formasi, dan begitu cepat ia memberi tahu Ling Mei posisi Yin Yue. "Dia ada di sana," kata Lynx, menatap Ling Mei dengan intensitas yang tidak bisa disembunyikan. "Maaf, tapi aku harus menggendongmu agar bisa sampai lebih cepat."

Ling Mei terkejut dan kebingungan. "Menggendong? Apa maksudmu..."

Namun, sebelum ia sempat melanjutkan pertanyaannya, Lynx sudah bergerak begitu cepat, melesat seakan-akan waktu berhenti. Ling Mei hanya bisa melihat sekilas, sebelum dalam sekejap mereka sudah berada di hadapan makhluk penjaga segel formasi.

Mata Ling Mei membelalak saat melihat Yin Yue yang sedang berusaha membuka formasi, namun yang lebih mengejutkan lagi adalah bagaimana Lynx bisa sampai begitu cepat. Ia baru saja menggendong Ling Mei, tapi dalam sekejap Lynx sudah berada di hadapan makhluk penjaga formasi dengan senyum tenang, seolah tidak ada yang mustahil baginya.

Ling Mei menatap Lynx dengan takjub. Dia tidak menyadari, saat Lynx menggendongnya, tubuhnya sudah dilapisi energi sakti yang tak terlihat, melindunginya dari cedera meskipun kecepatan larinya luar biasa. Lynx seolah membawa dirinya dalam sebuah lari dengan kecepatan melebihi yang bisa dimengerti oleh manusia biasa, lebih cepat dari angin, lebih cepat dari waktu.

Lynx berdiri tegak di hadapan makhluk penjaga segel formasi yang perlahan-lahan bergerak maju. Mata merah mereka menyala dengan intensitas mengerikan, tubuh besar mereka bergetar, siap menyerang dan menghancurkan Lynx dan Ling Mei.

Ling Mei yang berdiri di samping Lynx merasakan tekanan luar biasa dari aura kedua makhluk itu. Ia menggigit bibirnya, tangannya sedikit gemetar. "Lynx... mereka terlihat sangat kuat," suaranya nyaris berbisik.

Lynx menoleh dengan senyum ringan, matanya penuh ketenangan. "Jangan khawatir, mereka hanya sedikit lebih besar dari yang sebelumnya," ucapnya santai. "Aku akan menyelesaikannya dengan cepat."

Namun, sebelum Lynx bergerak, tiba-tiba formasi pelindung di belakang Yin Yue bergetar hebat. Cahaya hitam keunguan merembes keluar dari retakan-retakan yang muncul di udara. Aura pekat dan jahat menyebar ke seluruh penjuru tempat itu, menekan siapa pun yang ada di sekitarnya.

Tanpa disadarinya, begitu segel formasi pelindung terbuka, energi iblis yang telah terkumpul selama berabad-abad mulai meluap. Aliran energi gelap menyebar liar, menyerbu ke segala arah.

Sebagian besar dari energi jahat itu langsung terserap ke dalam tubuh dua makhluk penjaga yang hendak menyerang Lynx dan Ling Mei. Mata merah mereka semakin menyala, tubuh mereka bergetar hebat seolah kesakitan, sebelum tiba-tiba mengeluarkan raungan mengerikan.

Yin Yue berdiri tepat di depan segel yang kini terbuka sepenuhnya, tangannya terulur memegang fragmen senjata iblis yang masih terbungkus oleh lapisan segel terakhir. Mata Yin Yue berbinar dengan kegembiraan, tetapi juga sedikit ketakutan saat merasakan kekuatan iblis yang begitu besar di genggamannya.

